"Dan sesungguhnya Dia-lah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,dan sesungguhnya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan, dan sesungguhnya Dia-lah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan. (an-Najm:43-45)"
Berhati-hatilah adalah sulung dari jiwa bijaksana, orang yang berhati-hati jarang berbuat kesalahan. Berhati-hati secara berlebihan sama buruknya dengan tidak berhati-hati. Berhati-hatilah bersikap kepada orang lain, hati mudah sekali terluka namun sulit sekali menyembuhkannya.
Berilah kegembiraan hati barang sesaat, karena kalau terlalu penat hati menjadi buta.Selamatkan hati Anda dengan senantiasa dzikir mengingat kekuasaan dan keagungan Tuhan, sehingga akan mudah untuk menerima kebenaran.
Sumber kekayaan yang besar adalah berlaku hemat. Hemat merupakan perlakuan bijaksana terhadap harta, hemat tidak berarti kikir atau berfoya-foya. Hemat berarti membelanjakan harta sesuai dengan kebutuhan dangan pengendalian diri.
Wahai orang yang beriman!Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (muhammad:7)
Ingatlah bahwa di dalam harta kekayaan kita ada bagian untuk mereka yang hidup kekurangan. Ingatlah bahwa dalam harta kita ada zakat yang harus dikeluarkan untuk membersihkan harta dan jiwa.Harta yang kekal milik kita adalah harta yang diamalkan dan dibelanjakan dijalan Allah. harta yang diperoleh melalui jerih payah sendiri biasanya akan lebih himah daripada harta warisan.
Abu Malik al-Asy'ari berkata, bahwasanya Rasulullah sw. bersabda, "Wanita yang meratap bila tidak bertobat sebelum dia meninggal, maka dia akan diberdirikan pada hari kiamat dan diatasnya dipakaikan pakaian dari aspal (bahan hitam yang mudah terbakar) dan jubah dari kulit binatang." (HR Muslim, Ahmad dan Ibnu Abi Syaibah).
Seseorang yang tidak menghargai orang lain sulit untuk mendapatkan penghargaan yang serupa. Hargailah diri anda dengan cara menghargai orang lain.
Hidup sederhana, sedikit berharap dan banyak memberi kepada manusia akan menguatkan hati dan membahagiakan jiwa.
Dan setiap orang memperoleh sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Allah mencukupkan balasan perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan (al-Ahqaaf:19)
Makanan haram membuat hati semakin keras, membuat doa tak sampai, membuat ibadah tak diterima dan membuat jiwa tak tenteram.
Ibnu Umar berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Diantara perbendaharaan kebajikan adalah menyembunyikan sedekah, menyembunyikan musibah dan sakit dan barang siapa menyiarkan keluhannya, maka dia belum bersabar.(HR. Ibnu Adi dan al-Baihaqi dalam kitb Syu'abul Iman)
Berilah hadiah,karena dengan itu akan menambah kehormatan,kedekatan dan keakraban.Hadiah yang kecil akan terasa besar hikmanya jika diberikan pada waktu yang tepat. Hadiah dari orang -orang baik akan membawa ketenangan dan kebahagiaan, hadiah dari orang-orang jahat akan mendatangkan kekhawatiran dan kecemasan.







0 komentar:
Posting Komentar