Ibuku adalah seorang Assisten Apoteker disebuah Apotik di kota ini dan juga seorang Ibu rumah tangga yang sabar, disiplin dan cekatan. Beliau memiliki 3 orang anak, dua laki – laki dan 1 perempun. Beliau selalu berusaha untuk tersenyum meski kutahu bahwa sebenarnya dia menyimpan penat dan lelah. Dia tidak ingin anak2nya merasakan apa yang sedang ia rasakan, dia hanya ingin anaknya bahagia. Melihat anaknya sukses adalah keinginan dan harapannya. Sungguh berat tugas yang Beliau kerjakan, meski terlihat sepele namun aku saja belum mampu menjadi seperti apa yang telah Beliau kerjakan, mulai dari bangun pagi menyiapkan sarapan untuk suami dan anak2nya, mengurusi pekerjaan rumah tangga, belum lagi bekerja hingga sering kujumpai Beliau tertidur di depan tv karna lelah. Sekarang ibuku sudah tidak lagi bekerja di Apotik, di usianya yang lebih dari setengah abad ini, sudah waktunyalah Beliau pensiun dari segala rutinitas sehari2nya. Kini, giliran kamilah membalas segala jasa yang telah Beliau berikan.Aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya dan semoga Beliau selalu dalam keadaan sehat wal afiat,amien.
Aku adalah seorang anak perempuan satu2nya dalam keluarga. Meski begitu orangtuaku tidak pernah memanjakanku. Semua mendapat perlakuan yang sama tidak ada yang dianak emaskan. Sama seperti ibuku, aku juga bekerja. Mulai senin sampai dengan jum’at dari pukul 07.30 wib hingga pukul 16.00 wib kadang lebih. Kini, disaat aku telah dewasa dan menikah kemudian menjadi seorang Ibu, baru ku sadari sungguh besar tanggungjawab yang harus aku lakukan. Rasa salut dan hormatku untuk semua Ibu di dunia yang mengerjakan segala sesuatunya dengan sendiri tanpa bantuan pembantu rumah tangga. Karna sudah kualami dan kurasakan, sungguh2 melelahkan dan harus selalu sabar. Walaupun kenyataannya, ada pembantu dirumah.Semua itu benar2 terasa disaat pembantu tidak masuk kerja. Kehadiran pembantu memang sangat membantu,tapi bukan berarti semuanya harus ia kerjakan.Tugas pembantu adalah membantu, supaya pekerjaan qta lebih ringan. Ditambah lagi dengan kehadiran anak kedua..mantap sudah,more full of energy.....harus ekstra sabar....tiap hri rumah kayak kapal pecah....berantakan....tp tetap semangat meski lelah....go..go..go....







0 komentar:
Posting Komentar