Teringat saat itu....Desember 2009,disaat sakit itu datang secara tiba - tiba,
tubuhmupun terlihat semakin lemah, walaupun Kau berusaha menutupinya & berpura - pura untuk kuat,tapi itu sangat jelas terlihat diguratan wajahmu.......Kaupun menangis....kamipun bingung dengan apa yang sedang kau tangiskan, saat itu ku berpikir:"Kenapa dirimu menjadi lemah seperti ini tidak seperti biasanya yang selalu optimis,realistik & semangat dalam hidup,dalam hatiku berkata :" tolong jangan terlalu dramastiklah"....bukankah segala kewajiban dan tanggungjawabmu telah Kau laksanakan dengan baik, menyekolahkan kami sampai ke perguruan tinggi, mendidik dan membesarkan kami, mengajarkan kami akhlak dan suri tauladan yang baik, membagi ilmu kepada kami, menasehati kami untuk selalu berada dijalanNya, menikahkan kami, semua tugas sebagai kepala rumah tangga telah kau laksanakan,tp kenapa Kau masih tampak sedih?kamipun tak mengerti......
Teringat juga....apa yang kau katakan pada istrimu waktu itu yang tak lain adalah ibu kami :"Yang sabar ngerawat aku, gak lama kok, paling bulan maret",Kau pun sering bilang bahwa umurmu delapan tiga,dan Kau juga meminta maaf kepada kami serta berpesan kepada kami untuk selalu menjaga dan merawat Ibu.....seolah - olah Kau memberi isyarat atau petunjuk pada kami saat itu.Kaupun mengirimi kami sms yang berisi : "Anakku.Biar kamu bahagia dan terujut semuanya,mintalah pada TUHAN ALLAH dengan khusyuk serta yakin.disitu kamu tahu arti hidup seutuhnya.doa bapak dan Ibumu selalu satu.kabulkanlah doa kami.amin."sesuatu yang janggal dan tidak seperti biasanya. Kaupun semakin membuatku berpikir : "Ada apa denganmu?
Tiba saat itu,ditengah asyik menonton tv bersama keluarga tiba - tiba kau mengeluh pusing dan pandanganmu menjadi kabur,setelah ditensi ternyata tekanan darahmu tinggi, kamipun segera membawamu ke UGD RS. Abdoer Rachim, saat itu kondisimu masih sadar dan sempat bercanda serta mengobrol dengan kami.Esoknya...disaat ku menjengukmu,ku kira Kau sedang tertidur pulas ternyata setelah diperiksa, dokter bilang kondisimu sudah tidak sadar.Kamipun segera mengurusi segala sesuatunya untuk segera membawamu ke RS. Dr. Subandi Jember.Disaat itulah, ku melihat kau meneteskan air mata dari sudut matamu.
Melihatmu terbaring lemah diruang ICU dengan kondisi tidak sadar dan banyaknya peralatan - peralatan yang menempel ditubuhmu membuatku tak kuasa menahan tangis dan berusaha untuk tabah dan tegar. Disaat ku membantu menyeka membersihkan tubuhmu bersama Ibu dan kakakku, kupanggil Kau....bapak....bapak....i
Innaalillahiwainaailaihi raajiun.....Selamat Jalan Ayah....Nasehatmu kan selalu kami simpan dihati, hanya ilmu yang Kau wasiatkan pada kami dan itupun sangat berarti dan bermakna bagi kami.....terima kasih atas segalanya dan maafkanlah kami yang masih belum bisa memberikan yang terbaik untukmu...
Anakmu yang selalu menyayangimu
Kamis 260510







0 komentar:
Posting Komentar